Kamis, 13 April 2017

Esai Keselamatan Transportasi Jalan "Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Zero Accident"

Batalyon PKTJ Mempersembahkan Tiga Esai Terbaik Taruna MKTJ A Muda Semester 2


Dalam mensukseskan program Batalyon PKTJ dibidang pendidikan dan untuk mempertajam sikap analisis Taruna PKTJ, Batalyon PKTJ mempersembahkan tiga esai terbaik dari Taruna Muda kelas MKTJ A Semester 2 yang bertemakan "Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Zero Accident", antara lain:
1. Laras Ayuningtyas "Bahaya Mengendarai Motor dibawah Umur"
2. Hilal Yafi' "Bus AKAP Perlu Berbenah"
3. Farahdila Eka "Kecelakaan Angkutan Umum"
Berikut merupakan esai terbaik yang dapat dilihat, sebagai berikut:


1. BAHAYA MENGENDARAI MOTOR DIBAWAH UMUR
Motor, siapa yang tak kenal dengan kendaraan roda dua yang satu ini. Kendaraan yang nyaman dan ekonomis ini rasanya telah menjadi primadona transportasi masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini ditandai dengan tumbuh suburnya produsen-produsen sepeda motor di tanah air.
Pada dasarnya, penggunaan sepeda motor hanya ditujukan kepada seseorang yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi C(SIM C). Berdasarkan pasal 81 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, seseorang berhak memiliki SIM C saat ia berusia 17 tahun. Tak hanya itu, surat-surat kepemilikan sepeda motor juga harus dilengkapi, rambu lalu lintas ditaati, tata tertib dipatuhi, dan norma berkendara dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Namun saat ini daya pikat sepeda motor semakin menggila, tak hanya kaum dewasa, kaum anak-anak di bawah umur pun juga ikut menggemarinya.
Setidaknya, 30% dari pengguna sepeda motor di Indonesia adalah kelompok di bawah umur. Mereka rasanya tak sulit dijumpai di jalan raya di berbagai pelosok negeri. Umumnya, mereka berstatus sebagai pelajar setingkat SMA. Namun, di jalanan banyak pula didapati pelajar setingkat SMP, SD, bahkan yang tidak bersekolah sekalipun turut “asyik” mengendarai kendaraan beroda dua ini. Dengan alasan apapun, sejatinya, tindakan semacam ini merupakan tindakan yang melanggar ketentuan hukum. Karena menurut Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, menyebutkan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)”.
Pengemudi di bawah umur tak jarang juga bertindak onar. Seringkali mereka melanggar peraturan lalu lintas dengan membahayakan dirinya dan bahkan orang lain. Masalah itu rasanya telah menjadi masalah klasik di negeri ini yang sulit untuk diredam. Mengemudi tanpa mengenakan helm, memacu motor dengan kecepatan tinggi, tak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas, hingga berboncengan melebihi kapasitas rasanya telah menjadi “pemandangan” sehari-hari di jalanan, dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak(tak memiliki SIM). Mereka seakan tak tahu tentang bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi atas apa yang ia perbuat. Tak jarang pula, mereka mengoperasikan perangkat elektronik saat mengendarai si roda dua, seperti ber-SMS ria, bertelepon, mendengarkan musik lewat headset, dan lain-lain. Dengan hal ini, berarti pengendara di bawah umur tersebut telah melanggar lebih dari 1 peraturan perundangan dan dapat terjerat sanksi berat terhadapnya.
Angka kecelakaan yang menimpa pengendara muda di bawah usia ini juga tidak sedikit. Hal ini merupakan buah dari hasil ketidaktaatan para pemuda terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Sebuah tugas yang tak mudah harus dihadapi oleh Pemerintah dan masyarakat Indonesia. Sebuah tugas untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalulintas di jalan raya. Kepolisian Republik Indonesia selaku pelaksana ketertiban masyarakat berada pada garis terdepan dalam hal ini, dengan dukungan dari Pemerintah dan masyarakat. Sosialisasi tentang peraturan lalu lintas, larangan bagi pengendara sepeda motor di bawah umur, serta akibat yang ditimbulkannya rasanya perlu dilaksanakan. Polri ataupun pihak-pihak lain dapat memberikan sosialisasi di lingkungan sekolah maupun di tempat-tempat umum kota. Polri juga harus berbenah diri menghilangkan segala tindakan yang tidak patut dilakukan, seperti pungutan liar di jalanan yang kian marak, serta ketidaktegasan terhadap pelanggar peraturan seperti pengendara di bawah umur. Masyarakat juga perlu memberikan teladan dan pengaruh yang baik bagi anak-anak untuk tidak mengendarai sepeda motor sebelum waktunya sebagai upaya realisasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengarahan, contoh baik, serta bahaya mengendarai sepeda motor di bawah umur patut diberikan oleh seluruh warga masyarakat kepada anak-anak penerus bangsa. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga juga memiliki peran yang tak kalah penting. Keluarga semestinya dapat menjalankan fungsinya dalam memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka dapat menaati hukum/peraturan perundang-undangan secara bijaksana dan bertanggungjawab. Keluarga diharapkan dapat mengarahkan anak-anak untuk lebih dapat menggunakan sarana transportasi yang lebih aman dan sesuai dengan usia mereka, seperti sepeda maupun angkutan kota untuk mengurangi angka pengguna sepeda motor di bawah umur.
Dengan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, Polri, maupun masyarakat, jumlah pengendara sepeda motor di bawah umur akan berkurang, jumlah kecelakaan pengendara sepeda motor di bawah umur akan menyusut, serta kesadaran anak-anak untuk tertib peraturan lalu lintas ataupun lainnya akan dapat terlaksana dengan baik.


2. BUS AKAP PERLU BERBENAH
Jalan adalah seluruh bagian jalan beserta bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperlukan bagi lalu lintas umum, yang berada di permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta diatas permukaan air kecuali jalan rel dan jalan kabel (UU  Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ). Jalan ialah salah satu prasarana transportasi di Indonesia. Mengingat pentingnya faktor tersebut, karena dengan saran dan prasarana transportasi seluruh wilayah NKRI dapat terhubung dan barang maupun jasa dapat terdistribusi dengan merata. Karena terhubungnya berbagai wilayah, maka berbagai kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pemerintah maupun pihak swasta telah menyediakan jasa transportasi umum, seperti Bus Kota, Bus AKAP dan AKDP, Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat, dan sebagainya guna melayani keperluan masyarakat akan transportasi.
Sebagai contoh pada transportasi darat yaitu Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Bus AKAP ialah salah satu alat transportasi favorit, terutama pada kalangan masyarakat menengah ke bawah. Namun sebagai transportasi favorit pun Bus AKAP belum memperoleh predikat ‘pelayanan memuaskan’ dari para pelanggannya. Lihat saja di jalanan, masih ada Bus AKAP melaju dengan kencang yang membahayakan penumpangnya dan pengguna jalan lain. Bahkan terkesan ugal-ugalan. Dengan dalih ‘jamnya mepet’ agar sampai di tempat tujuan tepat waktu, Kadangkala mengesampingkan faktor keselamatan yang seharusnya menjadi proritas utama. Tidak hanya itu saja, masih banyak ditemukan kelemahan-kelemahan yang lain, seperti masih seringnya terjadi kecelakaan baik itu teknis maupun nonteknis, kondisi kendaraan yang sudah dimakan usia bahkan terkesan tidak laik jalan dan perlu diremajakan, serta keamanan yang belum terjamin.
Meskipun tarif  tiket telah dinaikkan tetapi tetap saja belum ada perubahan yang berarti terhadap kondisi bus. Keadaan yang seperti inilah yang membuat masyarakat enggan menggunakan jasa transportasi khusunya bus AKAP. Memang tidak semua armada bus seperti diatas. Saya akui, banyak juga perusahaan otobus yang pelayanannya bias dibilang diatas standar. Mulai dari kelas Ekonomi AC, Eksekutif, Bisnis, hingga ada yang Super VIP. Model bodinya juga beragam dan dari karoseri ternama di Indonesia. Hal ini menyebabkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat dan padatnya lalu lintas di jalanan yang membuat berbagai masalah lalu lintas baru.
Terlepas dari sarana bus, prasana seperti terminal juga perlu dibenahi. Seringkali rasa keamanan di terminal bus masih menjad masalah yang dikhawatirkan oleh penumpang. Karena banyaknya gepeng, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), copet, dan masalah kriminal jalanan lainnya. Kebersihan juga menjadi masalah yang sangat mengganggu kenyamanan penumpang di terminal bus. Prasarana lainnya ialah halte bus, banyak halte bus yang kondisinya memprihatinkan. Selain rusak, halte bus juga kotor oleh sampah maupun oleh tangan-tangan jahil manusia. Dan ini telah menjadi pemandangan yang lumrah di sejumlah kota.
Selain sarana yang belum memuaskan, prasarana transportasi umum juga keadaannya tidak jauh berbeda dengan sarana tersebut. Seperti aspal jalan yang mengelupas, jalan berlubang dan bergelombang serta jembatan yang kondisinya memprihatinkan. Hal-hal tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan menganggu proses distribusi barang/jasa. Siapa yang dirugikan kalau bukan pengguna jalan itu sendiri?
Menimbang berbagai fakta diatas, saya sebagai generasi muda menekan pemerintah sebagai pengatur dan penyedia jasa transportasi serta penanggung jawab sarana dan prasarana transportasi agar segera bertindak dengan mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Harapannya pelayanan transportasi umum khususnya bus AKAP meningkat. Peningkatan pelayanan transportasi ialah hal mutlak yang harus segera dilakukan disamping penekanan jumlah kendaraan pribadi. Dengan terjaminnya pelayanan transportasi yang aman dan nyaman akan mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan dengan sendirinya dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi. Disamping itu diperlukan adanya kesadaran masyarakat itu sendiri untuk ikut merawat dan menjaga saranadan prasarana trasnportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Ini demi kebaikan pemangku kepentingan di dunia transportasi.


3. KECELAKAAN ANGKUTAN UMUM
Kecelakaan adalah dimana 2 kendaraan atau lebih saling bertabrakan dan meninggalkan kerugian baik material atau psikis . dan beberapa pecan terakhir ini di media cetak maupun elektronik sering sekali kita jumpai berita tentang kecelakaan angkutan umum yang celakanya kecelakaan tersebut hampir selalu memakan korban jiwa.apalagi kita mendengar masih panasnya maslah tentang taxi online .Sangat ironis memang, angkutan umum yang seharusnya menjanjikan pelayanan jasa transportasi yang nyaman dan lebih aman malahbelakangan menjadi penyumbang terbesar dalamkasus kecelakaan.Sebuah akibat tentu saja ada sebabnya. Jika kitaamati sedikit saja bagaimana dunia pertransportasian kita, terkhusus transportasi umum darat, tentu kita dapat melihat sebuah kenyataan yang sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak mengkhawatirkan, jika melihat kondisi alat angkut yang membawa beratus bahkan beribu nyawa setiap harinya kondisinya tidak layak? Celakanya, kondisi yang tidak layak tersebut masih dibarengi dengan perilaku sopir yang “ugal-ugalan” dan kondisi jalan yang buruk juga, sehingga peluang kecelakaan pun semakin tinggi. Berbicara tentang kelayakan angkutan umum, tentu perhatian kita akan mengarah pada pengujian kelayakan kendaraan umum yang di dalam pengujian tersebut akan dinyatakan apakah kendaraan tersebut layak jalan atau tidak. Pengujian ini seharusnya menjadi wahana bagi para sopir dan atau pemilik untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada angkutan demi member kenyamanan dan keselamatan pada penumpang. Sungguh sangat miris ketika beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah acara yang menayangkan bagaimana beberapa sopir menyiasati tes pengujian kelayakan kendaraan dengan menyewa ban dan mengganti onderdil yang sudah tidak layak hanya pada tesuji kelayakan saja. Dan setelah itu mereka memasang kembali ban dan onderdil yang sudahtidaklayak tersebut. Harapan saya, semoga penggalakkan dan ketegasan pengujian kelayakkankendaraan yang saat ini sedang ramai terjadi bukan hanya sekadar “obat penenang sementara” bagi masyarakat yang mulai “marah” pada angkutan umum dan integritas penanggung jawab keberadaan angkutan.Banyak kecelakaan terjadi tidak hanya disebabkan oleh kurang layaknya kendaraan. Faktor manusia (humanerror) banyak berbicara di sini. Sopir adalah aktor utama yang paling bertanggung jawab atas keselamatan kendaraan. Kondisi kesehatan yang buruk, kelelahan, dan ugal-ugalan dalam berkendara telah banyak menyebabkan petaka. Lebih kompleks lagi sekarang ini alkohol dan narkoba sudah “merakyat” sehingga tidak menutup kemungkinan dan sudah banyak sopir yang ikut mengkonsumsi. Hal ini harus menjadi perhatian lebih bagipemerintah dan pemilik angkutan umum untuk menindak tegas sopir-sopir yang “nakal” seperti itu. Tindakan preventif pun sepertinya harus dilakukan pemerintah dengan memberikan penyuluhan kepada para sopir agar lebih bertanggung jawab atas keselamatan penumpang dan bersih dari miras dan narkoba.Terlepas dari kedua masalah di atas, tentu kita tidak dapat menafikan jika kondisi jalan yang buruk pun memberi andil yang cukup signifikan dalam maraknya kecelakaan yang belakangan inisering terjadi. Memang tidak bisa kita pungkiri jika cuaca seperti sekarang ini telah banyak membuat kondisi aspal jalan menjadi rusak. Jangan malah kondisi jalan yang buruk dibiarkan berlarut-larut sampai menimbulkan korban seperti yang sekarang ini terjadi.Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa kondisi kendaraan umum yang tidak layak jalan, kelalaian pengemudi , dan kondisi jalan yang buruk adalah sebuah kombinasi sempurna untuk menjelaskan berbagai kecelakaan yang akhir-akhir ini terjadi. Dan sudah selayaknya semua pihak yang bertanggung jawab akan hal tersebut bahu-membahu bekerja sama dengan penuh kesadaran agar keselamatan dan kenyamanan dijalan raya baik bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya dapat tercapai..

BATALYON Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Mengucapkan Selamat Mempringati Hari Kenaikan Isa Almasih


Makna Hari Raya Paskah
Yesus disalibkan dan dia mati kemudian dikuburkan kematiannya itu terjadi pada hari jumat. Dalam perayaannya orang kristen selalu merayakan hari Jumat Agung sebagai hari raya memperingati kematian Yesus Kristus. Setelah Yesus Mati,  Dia dikuburkan dan pada hari yang ketiga dikatakan bahwa Dia bangkit dari antara orang mati. Kalau dihitung jumlah hari, Yesus mati pada hari jumat dan dia bangkit pada hari minggu pagi ternyata hanya 2 hari namun berbeda dengan perhitungan orang Yahudi. Hari baru dimulai terhitung pada jam 6 sore jadi ketika yesus mati pada hari pertama yaitu hari jumat. Hari jumat itu juga pada  jam 6 sore itu sudah terhitung hari ke 2. Jadi ketika jam 6 sore pada hari sabtu itu sudah termasuk hari ketiga. Orang Kristen merayakan Paskah untuk memperingati KEBANGKITAN YESUS.  Paulus berkata andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Jadi jika Yesus tidak Bangkit, Iman orang Kristen tidak ada artinya sama sekali. Makna Paskah, menyatakan bahwa maut telah dikalahkan dan orang Kristen merayakan Kemenangan Tuhan Yesus.

Kebangkitan mengubah bencana menjadi kemenangan. Karena Tuhan telah membangkitkan Yesus, maka Yesus secara tegas dinyatakan sebagai Mesias.  Dengan demikian makna penyaliban, oleh karena kebangkitan, kematian yang memalukan itu berubah menjadi kematian yang berperan dalam penyelamatan umat manusia. Tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus hanyalah kutukan Tuhan, tetapi dengan kebangkitan, maka kematian Yesus sekarang dilihat sebagai suatu peristiwa dimana pengampunan dosa umat manusia sudah terjadi. Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi, para murid hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah percaya bahwa Yesus adalah mesias.

Kebangkitan adalah fakta penting, karena kebangkitan menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian. Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong. Dampak dari kebangkitan, besar. Hidup menjadi memiliki harapan, kehidupan lebih berkuasa daripada kematian, kehidupan pada akhirnya menang. Tuhan telah menyentuh kita di sini, Tuhan telah mengalahkan kematian, musuh terakhir kita. Kebangkitan telah mengubah  hidup para murid sebelum dan sesudah kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari, menyangkal Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubah dari ketakutan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi penginjil yang mempengaruhi dunia, bersedia mati martir dan bersukacita sebagai utusan Kristus.




Refrensi: blogirwanto.blogspot.com

Rabu, 12 April 2017

Survey Inventarisasi Jalan Prodi DIV MKTJ Kelas A Semester 2



Taruna PKTJ  12 April 2017-


Pada hari Rabu pukul 08.00 WIB Taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) melakukan survey inventarisasi jalan guna memenuhi tugas mata kuliah prodi DIV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan (MKTJ) yaitu Teknik Lalu Lintas I. Survey ini dilakukan oleh kelas MKTJ A semester II, dalam survey ini terbagi atas empat kelompok yang terdiri dari enam taruna per kelompok. Lokasi survey dilakukan di tiga ruas jalan yang berbeda antara lain Jalan A.R. Hakim, Jalan Diponegoro, dan Jalan Letjend Suprapto.
Dalam survey inventarisasi jalan ada dua data yang didapat yaitu data primer berupa hasil survey inventarisasi jalan di lapangan dan data sekunder mengenai ruas jalan yang disurvey. Berikut merupakan salah satu contoh taruna MKTJ melakukan pengambilan data primer:
 Pada gambar diatas, sedang dilakukan penentuan segmen jalan per 25 meter. Tujuannya adalah sebagai acuan dalam proses pembuatan laporan khususnya pada pembuatan penampang melintang jalan.
Data primer lainnya adalah pendataan rambu lalu lintas. Hasilnya banyak rambu yang ditemui dalam kondisi bermasalah, salah satunya adalah pemasangan yang kurang tepat karena terhalang oleh ranting dan dedaunan pohon.
 Tidak sedikit juga rambu lalu lintas yang dilanggar oleh pengguna jalan, seperti rambu larangan parkir yang masih ada kendaraan terparkir  tepat didepannya.
Bahu jalan dan trotoar pun tidak luput dari pencatatan inventarisasi jalan. Terbukti di lapangan banyak penyalahgunaan trotoar, yaitu untuk parkir kendaraan roda dua dan tempat usaha pedagang kaki lima.

Marka jalan juga ditemukan dalam kondisi tidak baik atau sudah memudar dan perlu untuk dibenahi, contohnya marka tepi jalan dan marka as jalan yang sudah tak terlihat. Hal ini menyebabkan pengguna jalan tidak bisa membedakan mana bahu jalan dan mana badan jalan. Mengingat Jalan Letjend Suprapto adalah jalan yang ramai dan padat dalam volume lalu lintasnya dan juga ramai karena sisi kanan kiri jalan terdapat aktivitas pertokoan atau dalam kondisi lingkungan komersil. Hal ini yang membuat lebar lajur efektif menjadi berkurang, ditambah lagi ada yang berjualan hingga di badan jalan jadi hambatan sampingnya tinggi. Pada lokasi survey juga terdapat simpang empat dimana dua jalan itu salah satunya adalah Jalan Layur dan termasuk dalam simpang prioritas. Simpang prioritas ialah persimpangan jalan sebidang yang mengutamakan lalu lintas dari jalan mayor atau jalan utamanya, dalam hai ini adalah Jalan Letjendd Suprapto yang menjadi sasaran survey para taruna.  Jadi kendaraan yang dari Jalan Layur yang akan memasuki Jala Letjendd Suprapto harus mengutamakan lalu lintas kendaraan di Jalan tersebut.
Survey inventarisasi jalan ini menghasilkan data sekunder diantaranya, nama ruas jalan, status jalan, fungsi jalan dan kelas jalan, tipe jalan, jenis perkerasan jalan.

TARUNA PKTJ Mengikuti Seminar yang diadakan oleh Walikota Tegal dalam rangka Ulang Tahun Kota Tegal ke-437


Forum Literasi Media
Generasi Muda Anti HOAX

Tegal, 12 April 2017 Pukul 14.00 WIB
Dalam rangka ulang tahun Kota Tegal ke 437, Walikota Tegal beserta Keminfo RI melaksanakan seminar tentang Forum Literasi Media Generasi Muda HOAX yang bertempat pada Politeknik Harapan Bersama Tegal. Acara ini dihadiri oleh 5 Taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal yang diwakili oleh jajaran Batalyon Korps PKTJ yaitu Kabid Pendidikan, Publikasi dan Kesehatan Taruna Madya I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, Kordinator Seksi Pendidikan Taruna Remaja Kurnia Sandy, Kordinator Seksi Publikasi Taruna Remaja Ridho Hanifianto, dan jajaran anggota publikasi Taruni Muda Sukma Restri Damarjati dan Tya Ariani. Adapun rentetan acara pada kegiatan tersebut antara lain:
1.       Tarian Daerah Tegal
Pembukaan seminar dilaksanakan dengan menampilkan tarian daerah Kota Tegal yang berlangsung a lot dan indah.
2.       Menyanyikan Lagu Wajib Indonesia Raya
3.       Sambutan ketua panitia
Acara ketiga dilanjutkan sambutan oleh ketua panitia pelaksana.

4.       Sambutan Walikota Tegal
Kemudian dilanjutkan oleh sambutan Ibu Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno.

5.       Sambutan Itjen Kominfo
Dan dilanjutkan oleh sambutan Inspektur Jendral Komunikasi dan Informasi Ibu Rosarita Niken Widiastuti.
Bliau berpendapat bahwa Indonesia sedang mengalami masa “Media Metamorfosis” yang merupakan perkembangan media baik dibidang politik, social, dll. Hal ini tentu dapat mengubah pola piker masyarakat Indonesia akibat media metamorphosis ini. Namun, bukan hal positif yang didapat karena begitu banyak hal yang bersifat lebih negative pada perkembangan media ini. Ketika ada berita HOAX, tim KOMINFO langsung bergerak mendatangi lembaga yang diberitakan/bersangkutan untuk menanyakan hal sebetulnya yang nantinya aka nada klarifikasi dari lembaga yang diberitakan.Pola komunikasi : 10% propokatif/adu domba dengan berita yang palsu 90% masyarakat menyebarkannya. Dan bliau meberikan kunci dalam mengatasi berita HOAX yaitu “Ada berita kebencian, Anda hapus bukan disebarkan.” –Rosarita Niken Widiastuti.
6.       Pembacaan Doa
Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak Chairul pertanda dimulainya acara seminar.
7.       Penandatanganan MOU
Setelah doa dilakukan penandatanganan MOU

8.       Dilanjutkan Seminar Oleh Bapak Gungun mengenai Berita HOAX : Berita yang belum tentu kebenarannya. Bliau mengatakan pada intinya terdapat 10% orang yang membuat berita HOAX dan 90% merupakan orang yang menyebarkan HOAX.

9.       Seminar Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, Dewan Pers 16-19  oleh Bapak Imam Wahyudi yang menyebutkan bahwa berita HOAX dpat memberikan pengaruh besar pada pola piker generasi muda Indonesia

Dan acara ditutup oleh sesi tanya jawab yang dilakukan oleh taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan




Beberapa Foto dari taruna PKTJ



Survei Inventarisasi Jalan Kelas MKTJ C

Dalam rangka mendapatkan pembelajaran secara nyata, kelas MKTJ   C semester I I mengadakan surve i secara langsung ke lapa...